Pink in Story Life *ending*

Published Januari 21, 2012 by ♥NyorHeesya♥

cast
lee hyukjae
lee heesya
lee donghae
cho kyuhyun
choi jina
lee sungmin

Hessya side…

Pagi yang cerah ini aku sibuk memasak hari ini hyukjae pulang, aku harus menyambutnya dengan makanan yang enak karena dia sangat suka makan. Makanan hari ini khas thailand, aku sedang memasak thom yam goong, gai hoh bai tay dan pandan drink. Kata donghae semalam, hyukjae sangat suka masakan thailand, jadi ku buatkan khusus tepat 1 bulan pernikahan kami. Soal pernikahan aku jadi ingat kalau pernikahan ini baru sah secara hukum, dan sampai detik ini aku tidak tahu bagaimana tanggapan orang tua hyukjae. Setiap aku bertanya hyukjae tidak pernah menjawab, dia hanya bilang agar aku tidak memikirkan itu yang penting kami sudah menikah.

Tok tok tok…

Senyuman ku mengembang kala membukakan pintu dan melihat dirinya
dihadapan ku, wajahnya terlihat lelah namun dia tetap memberikan senyumannya dan langsung mengecup bibir ku. aku mulai terbiasa dengan kecupan dan sentuhannya, tidak berteriak lagi seperti dulu.
“hyuk mau makan dulu atau mandi dulu?”
“aku haus”
“aku ambilkan minum dulu kalau.. yyaaaaaaa” tubuh ku jadi terduduk diatas pangkuannya karena tangan ku ditarik olehnya.
“satu minggu itu sangat membuat ku tersiksa kau tau?” jemarinya bermain diwajah ku, menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah ku.
“aku tau hyuk… sebaiknya kita makan dulu, aku sudah masak makanan enak” dia menggelengkan kepalanya dan menarik wajah ku mendekat padanya. Aku menatapnya bingung namun dengan sedikit senyuman dia mulai mencium ku, jujur aku pun merindukan sentuhannya karena satu minggu kami tidak bertemu, kesadaran ku mulai hilang saat lidahnya menyapu leher ku dan menggigit-gigit kecil, hyukjae menjelajahi permukaan leher ku dan kembali melumat bibir ku tanpa ampun, menjelajahi rongga mulut ku. aku mulai kehabisan nafas dan menarik diri dari ciumannya.
“aku masih…” ku potong ucapannya dengan menarik tubuhnya bangkit
“makan dulu, kajja!!!” ku tarik tubuhnya menuju meja makan dan dia berjalan mengikuti.
“ige mwoya??”
“masakan thai… kau suka?” dia mengangguk pasti sambil tersenyum
“wah,,, ini pasti enak sekali, gomawo pink” aku hanya terpaku melihatnya dengan lahap memakan masakan ku tak bersisa.

***

Aku menunggu hyukjae di motor, sedangkan dia sedang membeli minum di mini market. Aku menangkap sosok namja yang sedang memperhatikan ku, jujur aku sangat takut. Aku takut itu anak buah cesia, orang itu semakin mendekat, aku hampir lari namun dia berhasil memegang lengan ku dan menarik ku ke lorong disebelah mini market itu.
“heesya diam” aku langsung diam dan mempertajam penglihatan ku
“sungmin oppa” dia melepaskan tangan ku dan menyandarkan tubuhnya ditembok
“oppa itu kau? Kemana saja selama ini?”
“jangan berisik sya… kau harus ikut dengan ku”
“kemana?”
“menemui teman ku, kau harus mau membantu ku”
“membantu apalagi? Kau seenaknya meninggalkan ku membuat ku dikejar-kejar penagih hutang”
“aku akan membayarnya sekarang, kau cukup tinggal dengan teman ku maka hutang-hutang ku akan lunas”
“maksud mu? Oppa menjual ku?”
“tidak, bukan begitu,,, dia akan membiayai hidup mu, aku jamin kau akan bahagia tinggal dengannya”
“andwe!!!! Aku tahu maksud oppa, mianhe aku tidak bisa membantu mu”
“apa karena namja itu? siapa namja yang bersama mu?” langkah ku terhenti oleh pertanyaannya.
“oppa tidak perlu tau” aku berlari meninggalkannya, saat sampai di motor hyukjae masih belum keluar aku langsung menyusul kedalam, aku takut sungmin oppa akan memaksa ku.
Kami langsung menuju club malam milik donghae, yah aku sudah tidak bekerja disini lagi, eunhyuk tidak memperbolehkan ku keluar rumah tanpa seizinnya, entahlah kenapa dia berbuat terlalu protektif pada ku.
“wah kalian datang juga ke party ku…” sambut donghae yang langsung bangkit ketika melihat kami, disampingnya seorang yeoja cantik terlihat merasa terganggu.
“dalam rangka apa mengadakan party?”
“kau lupa lee hyukjae? Aku kan setiap bulan selalu membuat party,, kau jarang kemari sekarang hah kau sudah tidak asik, dan kau pink kenapa tiba-tiba berhenti?” aku hanya tersenyum dan aku baru ingat setahu ku hyukjae belum memberi tahu donghae tentang pernikahan kami.
“ya kau jangan sembarangan memegang pink, ingat itu donghae!! Aku yang menyuruhnya keluar”
“wow selalu… protektif. Baiklah aku mengerti, carilah tempat yang nyaman hyuk…” hyukjae langsung menarik ku ke sofa yang lebih belakang, kemudian dia memesan kopi dan juice.
“tunggu disini, aku ke toilet sebentar” aku menahan tangannya
“waeyo?”
“aku takut, kejadian waktu itu…”
“tenang saja, kalau ada yang macam-macam kau teriak saja, atau kau mau ikut ke toilet?” aku menggeleng cepat, dia mencium pipi ku dan berlalu ke toilet.
“ah aku bisa menemukan mu lagi” lagi-lagi sungmin ada disamping ku
“oppa waeyo ada disini?” aku takut hyukjae melihat kami.
“ayo jelaskan pada ku siapa namja itu? Kau jangan berani membantah ku lee heesya, aku ini kakak mu, kau tidak mau kan melihat ku dikejar-kejar penagih hutang terus”.
“tapi itu salah mu oppa, kenapa harus aku yang membayarnya… cobalah untuk bertanggung jawab sendiri” sebuah tamparan mengenai pipi ku, aku kembali menatapnya dia menunjukan kemarahannya.
“ingat, kalau kau tidak mau membantu ku, aku akan terus meneror mu adik ku sayang” dia pergi begitu saja, tidak lama hyukjae datang, ku sembunyikan wajah ku dengan rambut ku, tamparan tadi pasti sedikit berbekas.
“tidak ada yang mengganggu mu kan?” aku menggeleng cepat, dia meneguk kopinya kemudian menarik ku bangkit.
“mau kemana?”
“dance, temani aku dance…” dia membawa ku ke lantai dance, di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang sedang menari juga, jujur aku hanya beberapa kali pergi clubing bersama teman ku sewaktu sekolah dulu. Aku tidak pandai menari, dia menari dihadapan ku lebih tepatnya didekat tubuh ku, aku hanya tersenyum melihatnya begitu menikmati tariannya. Tidak ku sangka dia ahli dalam bidang ini.
Hyukjae memeluk ku dari belakang, tangannya memegang perut ku dan wajahnya dia benamkan di leher ku, jantung ku berdetak dengan cepat merasakan sentuhannya.
“hyuk… ini tempat umum”
“lalu? Kita sudah menikah pink” sapuan lidahnya dileher ku membuat ku bersandar didadanya dan menutup mata ku merasakan aliran darah ku yang tiba-tiba berubah mengalir lebih deras. Seketika hyukjae membalikan tubuh ku hingga kami berhadapan, dia kembali merapatkan tubuh ku dengannya dan dengan cepat melumat bibir ku dengan rakus dan penuh nafsu, apa dia mabuk? Tubuhny masih mengikuti irama music, kedua tangan ku mengalung dilehernya mencoba menyaman kan diri ku akan sentuhannya, tangannya meremas pantat ku dan makin mendorong tubuh ku merapat.
“tidak akan ada yang berani mendekati mu setelah ini, mereka sudah tau kau milik ku…” aku sedikit pusing oleh lampu club dan juga ciumannya yang memabukan ku barusan, sehingga aku hanya bengong mendengar ucapannya.
“mau ku sediakan kamar?” tawar donghae yang sudah berada disamping kami
“tidak perlu hae, kami akan pulang,,, pinkan tidak biasa ditempat seperti ini”
“tidak masalah, tahan nafsu mu hyuk, sampailah dulu dirumah!!! Hahahahah” hyukjae hanya tersenyum, itu berhasil membuat ku malu sekali kemudian membawa ku keluar dari club malam milik donghae dan langsung menjalankan motornya dengan cepat.

***

Aku terbangun lebih dulu tapi hyukjae masih terlelap dalam tidurnya setelah semalam kami melakukannya lagi, aku baru ingat hyukjae menyuruh ku membangunkannya pagi-pagi karena dia mau ke kantor.
“hyuk ireona!!!”
“jam berapa?” menanyakan jam tapi dia mengeratkan pelukannya
“jam 7 pagi, ireona,, aku mau buatkan sarapan”
“pink… malam ini aku pulang telat, kau tidak apa-apa kan dirumah sendiri?”
“aku kan sudah biasa kau tinggal, tidak masalah…”
“apalagi???” hyukjae menatap ku seperti ingin menerkam ku kemudian dia menunjuk bibirnya
“morning kiss,,,” ku dekati dirinya dan mencium bibirnya kilat, lalu aku masuk ke kamar mandi.

____

Aku masih santay nonton tv menunggu hyukjae pulang… tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, aku langsung membuka pintu tanpa melihat intercom. Tubuh ku langsung membeku melihat siapa yang berdiri dihadapan ku.
“mana putra ku?” ku berikan jalan untuk omma hyukjae masuk, dia tidak datang sendirian tapi bersama seorang yeoja namun itu bukan cesia.
“dia masih bekerja, silahkan duduk ommoni, saya akan buatkan teh” aku langsung menuju dapur membuatkan teh untuk omma hyukjae.
“apa kau mengurusnya dengan baik?”
“ne?” tanya ku kaget sambil menyimpan minum diatas meja untuknya
“apa hyukjae putra ku hidup bahagia disini bersama mu?”
“aku rasa begitu, kami hidup bahagia selama ini”
“aku sudah menyelidiki latar belakang mu, kau masih mau hutang kakak mu lunas dan kalian tidak dikejar-kejar lagi penagih hutang? Aku bisa membantu mu mendapatkan rumah yang jauh lebih baik dari rumah mu yang dahulu dan kau bisa bisa hidup lagi dengan kakak mu”
“maksud ommoni?”
“asal kau bersedia meninggalkan hyukjae aku akan menjamin hidup mu” aku sangat kaget dengan ucapannya, dia secara halus menyuruh ku berpisah dengan hyukjae? Kenapa harus begitu? Aku tidak bisa melakukannya.
“aku mengerti sekarang tapi maaf ommoni, aku tidak bisa meninggalkan hyukjae”
“tch… bukankah kau menikahi putra ku untuk membayarkan hutang-hutang mu?”
“kalau aku berniat seperti itu, sudah ku suruh dia membayarkannya jauh-jauh hari… dan harus ommoni tau, dia yang meminta ku menikah dengannya bukan aku” sekuat tenaga ku tahan emosi ku, tapi omma hyukjae tetap tenang, yeoja itupun hanya diam.
“baiklah… kalau kau benar-benar mencintai putra ku, bawa dia kembali kerumah kami dan tinggal dengan kami, baru kau akan ku pertimbangkan”
“kalau dia tidak mau”
“kau harus berpisah dengannya, apapun caranya aku akan memisahkan kalian” dan sekarang aku tahu sendiri jawabannya, kedua orang tua hyukjae tidak menerima ku sebagai menantu mereka.

______

Ku rasakan seseorang memeluk ku dari belakang, ku balikan tubuh ku melihatnya…
“mianh aku pulang terlalu malam, tumben sudah tidur?”
“tadi aku sedikit pusing, jadi aku tidak sempat masak, kau mau makan?”
“kita makan diluar saja, kau juga pasti belum makan” kami bangkit dan memakai jaket. Hyukjae membawa ku ke tempat ramen yang biasa dan memesan 2 porsi ramen. Ini yang aku suka darinya dia punya banyak uang namun tetap bisa makan ditempat biasa seperti kedai ramen ini.
“apa kau sakit pink? Pucat sekali”
“jincha? Tadi aku hanya pusing sekarang sudah baikan”
“kalau begitu makanlah yang banyak supaya kau tidak sakit” aku hanya tersenyum kemudian mulai memakan ramen yang sangat menggugah selera itu. Sesekali ku perhatikan dirinya, apa aku harus membuatnya pulang kerumahnya? Aku tahu pasti alasannya dia tidak mau tinggal dirumah itu, tapi aku juga tahu bagaimana perasaan seorang ibu yang mengharapkan putra satu-satunya bisa tinggal dengannya.
“hyuk… apa kau berencana pulang kerumah omma mu?” dia menghentikan makannya menatap ku penuh pertanyaan
“kenapa bertanya seperti itu?”
“apa kau tidak mengerti perasaan omma mu, dia pasti sangat merindukan mu dan berharap kau tinggal dengannya”
“kalau mereka sudah bisa menerima mu, aku ingin mereka yang meminta mu tinggal dirumah itu pink”
“kalau mereka tidak melakukannya?”
“bisa ku pastikan aku takan pernah kembali kerumah itu tanpa mu”

***

“cepat katakan apa mau oppa kemari”
“kau sudah tau sya… aku mau kau membantu ku, hmm apartemen ini sangat bagus pantas kau betah tinggal disini, namja itu sepertinya sangat kaya”
“sebaiknya oppa cepat pergi, aku takan pernah mau menuruti mau mu lagi”
“kau tidak tau diri, dari kecil aku yang membiayai mu,, harusnya kau membalas budi pada ku” lagi-lagi dia menampar ku, air mata ku tak terasa menetes…
“aku berikan penawaran pada mu, suruh namja itu sediakan uang 3kali lipat dari hutang-hutang ku, baru aku akan melepaskan mu, ku berikan waktu sampai besok lee heesya” sungmin keluar dari apartemen dan aku benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih. Omma hyukjae dan sekarang sungmin oppa…

___

Beberapa jam kemudian hyukjae pulang,,,
“pink wajah mu kenapa?”
“ah tidak apa-apa tadi hanya menabrak pintu” dia tetap memaksa melihat wajah ku yang sedikit merah karena tamparan sungmin tadi.
“hyukjae,,, “ dia masih menunggu ku bicara namun aku tidak sanggup mengatakannya, aku tidak mungkin minta uang padanya.
“ahni… kau lelah, ayo tidur”
“he? Tumben…”
“aku hanya sedikit lelah, atau kau mau mandi dulu?” dia langsung menggendong ku ke kamar dan duduk dipinggir ranjang, memangku tubuh ku
“sepertinya tidur dengan mu lebih baik daripada mandi”
“ya,,, aku hanya mengajak mu tidur, tidak untuk itu”
“kau pura-pura,,, aku tau kau menginginkannya juga bukan?” hyukjae melumat bibirku dan meremas payudara ku dengan gemas, lidahnya berpindah menyerang leher ku. aku hanya bisa mendesah atas perlakuannya.

****

“tenanglah, aku akan segera menikahi mu secara resmi, dan orang tua ku pasti menerima mu” apa dia tau apa yang aku pikirkan? Aku mendongakan wajah ku menatapnya
“aku hanya ingin kau bisa berbaikan dengan orang tua mu, bukan karena aku hubungan kalian semakin rumit” dia mengeratkan pelukannya, tubuh kami yang masih naked saling menempel kembali, ku rasakan kehangatan tubuhnya.
“sebelum kau datang kedalam hidup ku, kami sudah tidak tinggal satu rumah, aku meninggalkan mereka bukan karena mu dan itu atas kemauan ku sendiri”
“arraseo… tapi pertimbangkanlah”
“baiklah, nanti malam kita kerumah omma,,, tapi kalau mereka tidak bisa menerima mu terpaksa kita kembali kesini dan kau jangan pernah memaksa ku lagi menginjakan kaki dirumah itu”
“jincha? Baiklah… aku akan menyiapkan pakaian mu, sekarang kau mandi aku buatkan sarapan dan pergilah bekerja dengan baik”
“ini masih jam 6 pagi pink… kau begitu semangat sekali”
“aku hanya terlalu senang”
“kau mencurigakan” aku hanya tersenyum mendengar ucapan terahirnya.

***

Disinilah aku sekarang, dikamar hyukjae dirumah omma-nya… kami sampai dirumah ini sejak tadi sore dan semenjak kedatangan kami, orang tua hyukjae sangat ramah tapi aku tahu dibalik semua itu mereka masih belum bisa menerima ku.
“aku tidak percaya omma sangat ramah pada mu pink”
“bukankah itu bagus? Sekarang kau mandilah dulu, aku ingin membantu omma di dapur memasak makan malam”
“iyah namun ini sungguh tidak masuk akal, tapi yasudahlah… ”
“aku kebawah dulu ya?”
“kau itu jangan menyibukan diri dirumah ini pink,,,” hyukjae menarik ku hingga duduk diatas pangkuannya, ku usap hidungnya turun ke bibirnya, dua bagian itu sangat aku sukai. Ku cium bibirnya dengan lembut, mengecup dan menyedot kuat bibir bawahnya, matanya terpejam menikmati ciuman ku, dia masih membiarkan ku menguasai bibirnya, semakin lama semakin rakus ku lumat bibirnya membuatnya membalas lumatan ku hingga kami mulai bertukar saliva bermain lidah dengan penuh nafsu.
“aku harus membantu omma, kita lanjutkan nanti hyuk” wajahnya meregut dan cemberut
“kau sudah menggoda ku dan sekarang mau meningalkan ku begitu saja?”
“aku janji nanti malam kita lanjutkan” aku meninggalkan hyukjae menuju dapur disana ada omma dan salah satu pembantunya.
“ommoni ada yang bisa ku bantu?”
“aku salut pada mu bisa membawa hyukjae pulang tapi jangan harap aku menerima mu dengan cepat, ingatkan ucapan ku waktu itu?” aku hanya mengangguk pasrah, dada ku sesak sekali mendengarnya.
“sekarang kau bantu shin ahjumma memasak, tugas mu dirumah ini memasak, dan membersihkan rumah tapi ingat jangan sampai hyukjae tau”
“ne ommoni” baiklah mungkin aku harus sedikit bersabar dan pelan pelan mengambil hati ommoni, aku akan berusaha untuk itu semua.

____

Setelah makan aku dengan hyukjae diam ditaman belakang, dia sedang mengerjakan pekerjaannya aku hanya diam menemaninya.
“hyukjae oppa….” Aku hanya diam membatu melihat seorang yeoja yang langsung mencium pipi hyukjae
“ya apa yang kau lakukan”
“oppa aku baru pulang dari inggris, aku snagat merindukan mu” yeoja itu memeluk tangan hyukjae tapi aku tahu dia tidak nyaman dengan pelukan yeoja itu, yeoja yang kemarin datang ke apartemen bersama ommoni.
“jina lepaskan tangan mu, kau tidak lihat ada istri ku disamping ku” aku hnaya menunduk tapi aku tahu yeoja itu melihat ku dengan tatapan sebal.
“aku tidak perduli, kata ahjumma kalian belum resmi menikah jadi aku masih punya kesempatan” mwo? Jadi yeoja ini menginginkan hyukjae juga?….

***

Sudah 1 bulan aku tinggal dirumah ini,,, dan ibu mertua ku masih belum menerima ku, dan hyukjae selalu didekati jina, hah tau begini aku lebih baik tinggal di apartemen.
“ya apa yang kau lakukan di kamar ku?” namun jina tetap asik tiduran dikasur ku
“ini kan kamar hyukjae oppa, aku hanya mulai membiasakan diri tidur dikamar ini”
“cepat turun”
“shireo!!! Kau saja yang keluar… “
“ya!!!” ku tarik tubuh jina supaya turun dari ranjang, namun dia bersih keras tetap disana, hingga hyukjae masuk kedalam kamar.
“kalian kenapa?”
“oppa…” amarah ku semakin memuncak saat jina merangkul tangan hyukjae dihadapan ku
“aku tidak suka ada orang lain masuk ke kamar kita”
“pink” ku tinggalkan mereka berdua sebelum hyukjae menahan ku pergi, jujur aku snagat kesal karena ulah jina, sekarang aku berada di sebuah kedai kopi dan memesan secangkir kopi untuk menghangatkan tubuh ku di musim dingin ini. Tak ada yang bisa ku ajak bicara saat ini, membosankan.
“pink…” ku dongakan wajah ku dan melihat donghae berdiri disamping ku

____

Akhirnya kami mengobrol hingga larut malam sampai lupa waktu, aku tidak mencceritakan masalah ku hanya saja mengobrol tema lain membuat ku melupakan sejenak kekesalan ku, dia memang orang yang enak diajak bicara.
“lain kali bilang pada ku kemana kau pergi”
“kau… kenapa tau aku ada disini?” ku alihkan pandangan ku pada donghae, dia hanya mengangkat bahunya. Hyukjae duduk disamping ku.
“donghae yang bilang, kenapa? Kau tidak ingin ku temukan?”
“mungkin…”
“hmm,, sepertinya aku harus pergi, kalian selesaikan saja masalah kalian”
“gomawo hae atas bantuan mu” aku hanya diam kemudian meminum kopi yang masih tersisa di cangkir ku
“aku tahu jina memang menyebalkan, tapi kau jangan terpancing atas ulahnya”
“kau membelanya?”
“aku ada dipihak mu pink, aku hanya tidak mau citra mu buruk dihadapan omma, kalau kau bersikap sepeti tadi pada jina karena dia bisa mengadukan yang tidak-tidak”
“tapi jina… ahhhh dia menyebalkan”
“kau jangan sama saja dengannya, pink ku sangat dewasa aku tau itu, kau pasti bisa menghadapinya” hyukjae menarik ku kedalam pelukannya…

***

Ku langkahkan kaki ku menaiki tangga menuju kamar, aku ada kabar gembira untuk hyukjae, ku masuki kamar dengan perlahan namun ku lihat omma hyukjae sedang duduk diranjang kami, akupun langsung duduk disampingnya.
“aku ingin bicara dengan mu”
“ne ommoni tapi hyukjae kemana?”
“dia sedang mengantar jina,”
“mengantar jina?” mendengarnya membuat ku lemas seketika
“aku hanya memohon pada mu sekali lagi, tolong tinggalkan putra ku!”
“mwooo?”
“aku akan menikahkannya dengan jina, kalau tidak perusahan appa hyukjae terancam bangkrut karena appa jina akan mencabut saham dan kerja samanya” inikah akhir yang harus ku terima?
“apa tidak ada cara lain?”
“tidak ada, aku sangat memohon pada mu, tenang saja aku akan menjamin hidup mu asal kau tinggalkan hyukjae” otak ku berputar cepat, kemarin sungmin memohon pada ku untuk membantunya, apakah jalan terbaik aku meninggalkan hyukjae?
“aku tidak ingin melepaskan hyukjae, apa yang bisa ku bantu selain meninggalkannya?”
“jalan satu-satunya hanya kalian berpisah”
“ommoni jebal!!!”
“aku yang memohon pada mu, tinggalkan hyukjae,, demi kebaikan kita semua” ku lihat ommoni menitikan air matanya, apa aku begitu egois ingin memiliki hyukjae dan menyakiti orang tuanya?
“ommoni berikan aku waktu untuk meninggalkan hyukjae”
“secepatnya aku mohon” ku isi paru-paru ku dengan oksigen dan menghembuskannya kembali
“baiklah secepatnya”
“gomawo heesya ya…” tubuh ku lemas, hari ini harusnya hari bahagia untuk hyukjae karena aku akan memberitahunya sesuatu yang penting, tapi malah sebaliknya kabar buruk yang akan dia dapatkan. Mianheeee….

***

“tidak sengaja aku bertemu kakak ku”
“jincha?”
“dia mengajak ku pulang”
“hutang-hutangnya? Rumah kalian?”
“dia diselamatkan seseorang yang membayar semua hutang kakak ku, dia mencari ku selama ini karena aku menghilang dari rumah waktu itu”
“terus”
“yang menyelamatkan kakak ku ternyata dia adalah kekasih ku”
“mwo?”
“sebenarnya aku mempunyai kekasih tapi dia sedang kuliah di luar negeri dan dia sudah pulang, kakak ku bilang dia akan menikahi ku”
“mworee?”
“mianhe hyuk,, aku membohongi mu selama ini, aku tidak tau harus bilang apa saat kau meminta ku menikah, aku pikir itu hanya sementara saja tapi kau mengikat ku selama ini…”
“kau tidak sedang bercanda kan pink??”
“ahniya…”
“kau yakin kembali padanya?” hyukjae menundukan wajahnya
“ne… mianhe jeongmal mianhe, dia yang lebih dulu mengisi hati ku hyuk, dia juga menolong kakak ku dan kau pasti bisa menemukan seseorang yang lebih baik dari ku yang bisa kau cintai”
“jebal…. Malhajima!! Aku tidak akan menemukan lagi cinta ku selain diri mu pink” kali ini dia menatap ku, matanya sangat merah, dada ku sesak melihatnya melihat suami ku seperti ini.
“kau mau melepaskan ku kan?” tangannya menggenggam erat kedua tangan ku, kemudian memeluk ku, dia menggelengkan kepalanya
“jebal hyuk…” dia mengeratkan pelukannya
“kau milik ku pink”
“jebal hyuk… jebal lepaskan aku”
“katakan pada ku, kau akan bahagia pink” aku mengangguk pasrah dan air mata ku sudah tak dapat ku bendung lagi, ku eratkan pelukan ku, pelukan terakhir ku untuknya.

***

Sebuah statsiun kereta dimana aku dan hyukjae akan berpisah, kebohongan satu lagi kubuat bahwa sungmin akan menjemput di statsiun padahal tak akan ada yang menjemput ku, tangannya erat menggenggam tangan ku, tak ada suara yang terucap hanya saling diam, wajahnya begitu dingin.
“hiduplah dengan baik hyuk”
“malhajima!! Jebal kajema…!!”
“mianhe” ku langkahkan kaki ku hingga kedepan pintu namun tangannya menahan dengan menggenggam erat tangan ku, membuat ku berbalik, saling menatap dengan tatapan hampa dan kosong. Genggamannya mengendur, ku tarik tangan ku lepas dari genggamannya dan masuk kedalam kereta dengan segera sebelum aku berubah pikiran. Kereta mulai bergerak namun hyukjae masih berdiri disana dengan tatapan kosong.
“lee hyukjae” gumam ku dan air mata yang sedari tadi ku tahan akhirnya terlepas juga, tak bisa ku tahan lagi.
“saranghaeyo…”

***

“Akhirnya kau menurut juga” aku hanya diam malas mendengarkan sungmin bicara
“gomawo sudah mau membantu ku, kalau bukan dia yang membantu ku, aku takan memaksa mu seperti ini”
“aku tau, kapan aku bertemu dengannya?”
“sekarang juga”
“baiklah” sungmin membawa ku kesebuah rumah yang tidak kalah megah dengan rumah hyukjae, seorang namja menghampiri kami.
“inikah adik mu?”
“tentu saja, ku serahkan dia pada mu berarti hutang kita lunas bukan? Tapi jangan pernah sakiti dia dan jaga dia baik-baik”
“tenang saja lee sungmin, aku bukan menjadikannya pembantu dia akan ku jadikan istri ku tentu dia akan hidup dengan layak” istri? Rasanya aku muak mendengar kata itu, aku masih istri lee hyukjae, dan aku merindukannya sungguh.
“lee heesya,,, kau cantik, dan sebentar lagi kau akan menjadi nyonya cho,,, cho heesya” ku kepalkan tangan ku saat dia menarik dagu ku dan mencium bibir ku.
“aku pamit dulu, aku akan membantu pernikahan kalian”
“jeongmal gomawoyo hyungnim”

______

Dia mengantar ku pada sebuah kamar, dengan cat pink… dia tau selera ku? Pasti sungmin yang bilang. Mendudukan ku dipinggir ranjang dengan seprei berwarna pink juga.
“semuanya sudah ku siapkan, pakaian mu, alat make up, pokoknya segala kebutuhan mu, jika belum cukup tinggal bilang pada ku”
“gomawo tuan cho”
“ya panggil aku kyuhyun, atau oppa”
“aku tidak suka memanggil orang dengan sebutan oppa”
“well…. Tidak masalah, istirahatlah, besok kita harus memilih pakaian pengantin”
“tunggu!!!” dia berbalik dan aku berdiri dihadapannya
“aku tidak bisa menikah dengan mu dalam waktu cepat”
“waeyo?”
“aku masih menjadi istri orang lain” dia hanya memiringka wajahnya dan tersenyum
“kau jangan menipu ku”
“jujur… aku sudah menikah, tapi aku berniat berpisah darinya”
“ceritakan pada ku” akhirnya ku ceritakan semuanya pada kyuhyun, hanya masalah ku tanpa namanya, aku seak bila menyebutkan namanya, entahlah dia berpendapat seperti apa yang pasti aku tidak mau membohongi siapapun disini termasuk kehamilan ku, yah aku sedang mengandung anak hyukjae satu bulan. Itulah kabar gembira yang ingin ku sampaikan pada hyukjae malam itu.
“dia belum tau kau hamil”
“belum, aku tidak sempat memberitahunya, dan jangan sampai dia tahu”
“arraseo… aku akan menjaga mu tenang saja”
“gomawo kyu, kau tidak seburuk yang aku pikirkan”
“kalau bukan karena appa ku menginginkan ku segera menikah mungkin aku takan memaksa mu”
“kenapa kau mau dengan ku”
“aku kenal baik dengan sungmin hyung, sebenarnya aku menolongnya tanpa imbalan apapun namun dia menawarkan mu karena tau akupun sedang didesak pernikahan”
“gomawo sudah menolong sungmin oppa”
“istirahatlah… aku bisa menunggu sampai perceraian kalian selesai tapi setidaknya harus ada pertunangan agar appa ku tenang” aku hanya mengangguk pasti, dia keluar kamar dan aku terduduk lemas dipinggir ranjang. Aku sungguh merindukan hyukjae, padahal baru satu hari tak bersamanya… apa dia bisa hidup dengan baik?

***

Hyukjae side…

Bodohnya aku melepasnya begitu saja, aku sungguh menyesal sekarang. Pink… aku tidak hidup baik tanpa mu, sungguh. Selama ini aku mungkin tidak terlalu baik untuk mu, sehingga kau tidak memilih ku.
“hyukjae ayo turun untuk makan”
“aku tidak lapar”
“kau itu bodoh atau apa? Dia sudah meninggalkan mu untuk apa masih meratapi yeoja itu, sebaiknya selesaikan perceraian kalian”
“aku tidak akan pernah menceraikannya”
“ya kau akan segera menikah dengan jina, ingat itu hyukjae”
“omma jangan paksa aku, jebal… keluarlah” ku tarik selimut tebal itu menutup tubuh ku. Aku hanya mau pinkan ada dalam pelukan ku saat ini, hanya itu.

***

Sudah satu minggu kami berpisah, tak ada satupun pesan yang masuk darinya, Setidaknya hanya untuk menanyakan kabar ku.
“ya mana pinkan?” tanya donghae
“jangan bicarakan dia hae, aku sedang tidak ingin membahasnya”
“kalian putus?”
“bukan urusan mu lee donghae”
“kau semakin dingin tanpanya, sebaiknya kau dapatkan dia kembali sebelum terlambat hyuk” mendapatkannya lagi? Aku ingin melakukannya tapi aku sendiri belum tau dia dimana sekarang, ku tenggak beberapa kali minuman ku.
“aku ingin tapi…”
“jangan sampai kau menyesal hyuk!!”
“akan ku lakukan hae, gomawo”
“baguslah… jika butuh bantuan ku katakan saja” ku habiskan malam ini minum minum di club donghae, bersamanya sejenak melupakan masalah ku.

***

Donghae memaksa mengajak ku menghadiri acara pertunangan teman SMA kami, sudah lama juga aku tidak bertemu dengannya, pesta ini cukup mewah untuk ukuran pesta pertunangan yang diadakan disebuah hotel.
“hyuk… lihatlah” ku arahkan pandangan ku sesuai perintah donghae, dan betapa terkejutnya melihat teman ku menggandeng yeoja yang sangat aku kenal, pink. Ku pertajam penglihatan ku, dia benar benar pink, jadi kekasihnya itu adalah kyuhyun teman ku? Tidak mungkin.
Pink belum menyadari keberadaan ku saat ini yang sedang memperhatikannya penuh rasa rindu, kyuhyun memegang erat tangan pink seakan tidak akan pernah melepaskan tangan itu.
“hyuk kau masih bisa menjaga emosi mu?” ku kepalkan tangan ku
“molla, apa aku harus menariknya sekarang juga?”
“andwe hyuk!! Tunggu sampai acara selesai, kau jangan gegabah” setelah acara pertunangan mereka sekarang saatnya party, ku dekati pinkan yang sedang sendirian, ini kesempatan ku.
“hai nyonya lee…” pink hampir terjatuh kala melihat ku, untung ku tangkap belakang tubuhnya, mata kami bertemu,,, dia menatap ku penuh pertanyaan.
“hyuk… “
“kau kaget aku ada disini?” ku lepaskan tubuhnya saat dia berdiri kembali dengan normal
“tentu saja”
“cho kyuhyun itu teman ku, lebih tepatnya teman semasa SMA, jadi dia kekasih mu istri ku?”
“ne…”
“kenapa kau begitu tegang pink?”
“bisa kita bicara nanti? Aku tidak enak hyuk…”
“bagaimana kalau aku tidak mau?”
“hyuk jebal…”
“kau masih istri ku pink, jadi aku masih berhak atas mu 100% penuh”
“kita akan segera bercerai hyuk, dan kau akan menikah dengan jina”
“aku…”
“lee hyukjae??” ku lepaskan tangan pink saat ku tahu kyuhyun disamping ku
“ya kau benar lee hyukjae? Apa kabar?” kyuhyun memeluk ku… namun tatapan ku masih menatap pinkan
“baik, kau beruntung sekali mendapatkan calon istri seperti pink”
“kalian saling kenal?”
“tentu saja… aku bertemu dengannya lebih dulu, tapi tak ku sangka dia tunangan mu sekarang”
“haha aku memang selalu beruntung hyuk, kau ingat kan semasa SMA pun begitu…”
“yah beruntung… kau sangat beruntung“

****

Heesya side

Setelah malam pertunangan itu, hyukjae mulai menghubungi ku lagi… karena lelah, maka ku putuskan menerima ajakannnya bertemu sekarang disebuah café, dia masih belum datang juga, aku hampir bosan menunggunya selama setengah jam, berkali kali ku lihat kearah pintu namun dia belum terlihat juga, menyebalkan.
“tidak sabar menunggu ku rupanya nyonya lee?“ dengan penuh senyuman dia duduk dihadapan ku, mungkin sekarang wajah ku sangat kacau tertangkap basah olehnya.
“tidak juga, hanya saja aku…”
“sudah mengaku saja, aku sudah datang dari tadi dan selama pengamatan ku, kau gelisah menunggu kedatangan ku”
“itu karena kau datang telat, aku tidak bisa lama-lama kyuhyun bisa mencari ku”
“aku tidak suka mendengar namanya jadi saat bersama ku jangan pernah membahasnya”
“kau itu egois hyuk”
“kau yang egois lee heesya” pesanan ku datang, memberi jeda kekesalan diantara kami, aku langsung menyantap spaghety pesanan ku karena aku sudah menginginkan makanan itu sedari tadi.
“ohok.. ohok…” hyukjae repleks memberi ku minum, namun rasanya begitu mual sekali, aku berlari menuju toilet. Tak ada yang keluar, hanya cairan dari dalam perut ku yang ku muntahkan.
“kau kenapa?” hyukjae menunggu didepan pintu saat aku keluar
“gwenchana”
“kau langsung pucat, kau sakit?” kenapa aku malah muntah-muntah saat bersamanya? Jangan sampai dia curiga
“mungkin, sepertinya aku harus pulang hyuk”
“aku antar”
“tidak usah aku akan menelpon…”
“aku yang mengantar pink” tatapan hyukjae mematikan jiwa ku, aku tidak bisa menolak kemauannya.

_____

Didalam mobil kami hanya terdiam, aku benar-benar pusing. Hyukjae pun focus menyetir.
“hyuk…”
“ne, kau butuh sesuatu?”
“ahni, kenapa kita belum sampai, aku pusing sekali”
“malam ini kau pulang ke apartemen saja” dia memang gila…
“hyuk jebal jangan mempersulit ku”
“atau kau mau ke rumah sakit?”
“ahni,,, jangan bawa aku kesana”
“kalau begitu menurutlah” aku tidak bisa menolaknya, daripada hyukjae harus tau kehamilan ku lebih baik aku ikut ke apartemen bersamanya.

****

Aku terbangun dan melihat hyukjae masih terlelap, oh tuhan bagaimana ini, aku memang belum bisa lepas darinya tapi aku tidak bisa mengingkari janji ku pada ommanya. Ku mencoba bangkit melepaskan pelukannya, ku buka tas ku dan ponsel ku mati. Pasti kyuhyun mencari ku semalaman, ku langkahkan kaki ku keluar kamarnya dengan hati-hati “mianhe hyuk… kita tidak bisa bersama lagi” ucap ku lembut.

____

“mianhe membuat mu cemas”
“asal kau baik-baik saja, istirahatlah… aku mau ke kantor”
“gomawo kyu” dia mencium kening ku kemudian pergi ke kantor sedangkan aku melangkahkan kaki menuju kamar. Aneh sekali hanya dalam pelukan hyukjae semalam aku langsung sehat rasa mual tiba-tiba hilang begitu saja.
“sayang… kau ingin bersama appa mu?” ku usap perut ku yang masih rata ini karena kehamilan ku baru saja menginjak 2 bulan.

***

hyukjae side…

aku benar-benar sudah tidak tahan berada dirumah omma, lebih baik aku pergi lagi dari sini… ku bereskan barang barang ku dan menemukan sebuah amplop di laci, aku tidak merasa memiliki amplop itu, perlahan ku buka dan mendapati isinya sebuah surat keterangan dokter yang menyatakan pink hamil.
Aku berpikir sejenak… “pink hamil? Anak ku?” sekarang tanpa memperdulikan pakaian ku, hanya membawa surat itu pergi keluar rumah, aku juga tidak perduli jina meneriaki ku… yang aku mau sekarang penjelasan pinkan.
Tanpa ragu ku masuki rumah kyuhyun, pelayannya menunjukan kamar pink yang ada dilantai atas, dia sedang tidur. Ku tatap wajahnya yang lumayan pucat, dia terbangun saat ku raba wajahnya.
“hyuk…”
“kau jahat sekali lee heesya”
“ne?”
“kau tega meninggalkan ku dan memisahkan ku dari anak ku?”
“aku ti…”
“cukup pink, sekarang ikut aku”
“tapi hyuk…”
“kau tidak bisa membawanya hyukjae!!!” kyuhyun sudah berdiri diambang pintu, dia mendekati kami, aku masih memegang tangan pink dengan erat.
“dia istri ku kyuhyun ah~”
“tapi dia ingin berpisah dengan mu bukan? Dan dia akan menjadi istri ku”
“kau tau apa? Kau boleh menjadi kekasihnya lebih dulu tapi aku yang menikahinya lebih dulu dan dia sedang hamil anak ku”
“kekasih? Aku baru bertemu dengannya, tapi aku sungguh mencintainya”
“kau bukankah kekasih heesya yang baru pulang dari inggris?”
“bukan, aku hanya teman kakaknya dan kebetulan menolong kakaknya”
“Pasti ada sesuatu hingga dia meninggalkan ku, ya pinkan jelaskan pada ku” dia hanya diam menundukan wajahnya.

______

Aku tidak percaya omma yang mengancam pink untuk meninggalkan ku, padahal pink sedang mengandung anak ku, cucunya. Ku pegang tangannya yang sedang tertidur di kamar kyuhyun. Kyuhyun tidak mengizinkan aku membawa pink, dengan berbagai pertibangan dan akupun menyetujui idenya. Kyuhyun sendiri berjanji membantu menyelesaikan masalah kami, pink langsung pingsan tadi sampai sekarang dia belum sadar. Tangannya bergerak, matanya mulai terbuka… ku berikan senyuman ku saat dia perlahan membuka matanya.
“hyuk, mianhe…” dia langsung merangkul leher ku sambil menangis
“kau bodoh pink… kau hampir membuat ku gila” ku usap punggungnya lembut
“mianhe…hyuk aku takut omma akan marah, sebaiknya kau cepat pulang”
“kau masih tetap bodoh, aku takan pernah meninggalkan mu apapun yang terjadi”
“tapi…”
“omma biar aku yang mengurus, kau jangan berpikir macam-macam kata dokter kau harus banyak istirahat dan jangan banyak pikiran demi kesehatan bayi kita” ku usap lembut perutnya yang masih rata itu, bayi ku harus tumbuh dengan sehat.

****

Heesya side…

Ku dengar keributan dilantai bawah, aku mencoba turun… mata ku membulat melihat jina yang sedang beradu mulut dengan pelayan kyuhyun dan disana juga ada sungmin, tapi dia seakan membela jina. Aku mulai mendekati mereka.
“ya apa yang kalian lakukan?”
“oh kau keluar juga rupanya, mana lee hyukjae?”
“kenapa kau mencarinya kemari?”
“aku tau dia ada disini, cepat berikan hyukjae oppa pada ku”
“kau pikir kau siapa ha? Dia suami ku, walaupun aku tahu aku tidak akan memberitahu mu, sekarang keluar dari rumah ini”
“aku tidak akan pergi sebelum menemuinya”
“heesya kau sudah berjanji menikah dengan kyuhyun jadi jangan kembali lagi pada suami mu itu” sungmin oppa mndekati ku
“sungmin oppa kau tidak becus, kau bilang akan memisahkan heesya dengan hyukjae buktinya mereka tetap bertemu bahkan hyukjae oppa meninggalkan ku sekarang” aku sedikit tidak mengerti dengan pembicaraan jina, jadi jina kenal dengan sungmin?
“aku sudah melakukannya, aku juga tidak tahu kenapa jadi begini”
“chankaman,,, aku tidak mengerti dengan pembicaraan kalian” jina mulai mendekati ku
“kau tau, aku dan omma hyukjae membayar sungmin agar bisa memisahkan mu dengan hyukjae”
“choi jina!!!!” pandangan kami tertuju pada arah suara dan itu hyukjae, dia berjalan mendekati kami bersama kyuhyun.
“oppa, aku…”
“jadi semuanya ide mu dan omma bekerja sama dengan kakaknya heesya?”
“tapi kami melakukan ini demi kebaikan mu oppa, kalau tidak appa akan mencabut sahamnya”
“aku tidak perduli dengan perusahan itu, kau sudah membuat ku sangat membenci mu sekarang”
“oppa mianhe oppa jebal..”
“Bilang pada omma, kalau appa mu mencabut sahamnya silahkan teruskan perusahaan ku, aku akan menyerahkan perusahaan ku, lebih baik kehilangan perusahaan daripada berpisah dengan heesya” hyukjae menarik ku keluar rumah kyuhyun dan membawa ku ke suatu tempat.

****

Tidak terasa sudah 5 bulan berlalu, hari ini hyukjae akan menikahi ku secara resmi. Aku sungguh senang sekali, walaupun harus menunggu waktu selama ini.
“akhirnya kalian menikah juga”
“ya aku sudah menikah tapi hanya secara hukum”
“arra… kau pasti sangat senang sekali?”
“tentu saja, ya mana calon istri mu? Malah menemani ku disini”
“dia masih sibuk dandan diruang sebelah, perjuangan kalian perlu ku acungi jempol”
“gomawooo… “
“dalam waktu beberapa bulan hyukjae bisa membuka usaha baru walaupun belum sebesar perusahaannya yang dulu”
“aku juga bangga padanya”
“tch… aku keluar dulu, hmmm… kau sungguh cantik sya”
“gomawo kyu”

_____

Akhirnya aku resmi menjadi istri sah lee hyukjae secara hukum dan agama, kami tengah berada di pesta pernikahan kami, aku tidak banyak berdiri karena usia kehamilan ku yang sudah mau 8 bulan ini.
“maaf aku telat”
“ya lee donghae kau tidak pantas disebut sahabat ku”
“aku baru sampai dari paris, mengejar cinta ku” dan terlihat dibelakang donghae seorang yeoja yang cantik
“nugu?” tanya ku
“kenalkan,,, lee hyunjae, calon istri ku” aku langsung tersenyum lebar, tidak disangka donghae yang terlihat playboy bisa mempunyai calon istri yang sangat cantik dan terlihat wanita baik baik.
“annyeonghaseyo… chuckhaeyo untuk pernikahan kalian”
“gomawoo, chuckae juga untuk kalian” ucap hyukjae…
“semuanya sudah siap, kalian mau berangkat kapan?” tanya kyuhyun
“sekarang juga boleh”
“mau kemana?” tanya ku polos…
“berlayar… kyu gomawo atas semuanya, dan kau jina… cintailah kyuhyun dengan segenap jiwa mu”
“aku iri pada kalian” rajuk jina sambil memeluk lengan kyuhyun
“sabarlah bulan depan kan kalian yang menikah”
“aku ingin menikahinya sekarang juga” ucap polos kyuhyun dan mendapat cubitan dari jina
“oppa… kau tidak sabaran”
“kau juga chagi…” kami hanya menertawakan wajah jina yang sudah merah seprti kepiting rebus
“hae nikmati pesta ku, maaf kami harus pergi”
“ya bersenang senanglah hyukjae, nikmati bulan madu kalian!” hyukjae menuntun ku keluar gedung namun langkah kami terhenti karena dihadapan kami sekarang ada orang tua hyukjae.
“maafkan kami” perkataan mereka menghentikan langkah kami yang mengabaikan mereka barusan.
“hyukjae, kau boleh marah pada omma dan appa tapi kami mohon maafkan kekeliruan kami selama ini yang sudah memisahkan kalian bahkan menyakiti heesya” hyukjae menggenggam tangan ku erat, aku menatapnya yang masih bersikap dingin.
“hyukjae appa juga salah, kami sangat menyesal apalagi setelah tahu heesya sedang hamil, kami sangat merasa bersalah hampir menyengsarakan cucu kami sendiri” air mata ku tumpah seketika mendengar perkataan mereka, sedangkan hyukjae masih terdiam, aku menghadapnya dan air matanya pun menetes membasahi pipinya, dia menarik ku kedalam pelukannya.
“hyuk…”
“hyukjae kami sungguh menyesal…” ku lepaskan pelukan hyukjae, namun dia menahan tangan ku, aku menariknya menghampiri kedua orang tuanya
“aku tidak pernah membenci kalian”
“heesya,,, kau mau memaafkan kami?”
“ommoni aku sudah memaafkan kalian sejak dulu, aku sangat menyayangi kalian” omma hyukjae memeluk ku, mencium kedua pipi ku layaknya aku ini anak kandungnya.
“gomawo heesya ya…” hyukjae masih terdiam, ku tarik tubuhnya kehadapan mereka
“aku,,, tidak tau harus bagaimana, aku…”
“omma sangat menyayangi mu hyuk… jeongmal mianhe” mereka berpelukan, tangis ku semakin meledak melihat mereka bisa bersama lagi.

_____

Hyukjae side…

Aku sungguh lega sudah menikahi heesya dengan resmi dan kedua orang tua ku pun sudah merestu hubungan kami, apalagi sebentar lagi anak ku akan lahir dari seorang istri yang sangat aku cintai. Kami sekarang berada disebuah kapal pesiar yang sedang berada di lautan korea selatan. Aku sengaja melakukan bulan madu memakai pesiar, daripada harus ke suatu tempat.
Ku peluk tubuh heesya sambil melihat lautan yang begitu luas, dengan semilir angin laut yang menyejukan.
“kebahagiaan ku sudah sempurna sekarang” dia hanya mengangguk dan mengerat kan pelukan ku disekeliling dadanya.
“aku juga, dengan memiliki mu, anak kita dan kedua orang tuamu rasanya aku mempunyai keluarga yang utuh, gomawo hyuk… atas segala kebahagiaan yang kau berikan” ku balikan tubuhnya hingga kami berhadapan. Ku cium bibirnya lembut dan menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

Heesya side…

Terima kasih atas segalanya lee hyukjae… cinta mu, perlindungan mu, hidup mu dan kesetiaan mu. Tanpa mu, aku ini memang rapuh… tapi bersama mu membuat ku menjadi yeoja yang kuat.
Pertemuan kita dulu memang tidak hanya kebetulan, tapi takdir…

Epilog…

“jina ya~ jangan mengejar mereka”
“mwo? Aku tidak bisa membiarkan hyukjae oppa bersama heesya”
“mereka sudah menikah, sebaiknya kau jangan mengganggu mereka lagi”
“kyuhyun oppa, harusnya kau bisa menjaga tunangan mu kan?”
“aku sadar, aku hanya terpesona oleh kecantikannya semata itupun karena kau”
“ne?”
“aku frustasi tidak bisa memiliki mu padahal appa memaksa ku menikah, jadi ku pilih heesya sebagai pengganti mu tapi dia sudah jadi milik orang lain”
“oppa aku sudah menolak mu berkali-kali aku mohon…” kyuhyun memotong ucapan jina dengan sebuah ciuman yang membuat jina terdiam tak menyangka dengan tindakan kyuhyun itu, lumatan kyuhyun semakin kasar membuat jina mengerang dan hampir terjatuh namun dengan sigap kyuhyun menahan tubuh jina bahkan semakin menekan tengkuk jina agar ciumannya tak terlepas, karena jina mulai mengkuti permainan ciumannya itu, kyuhyun tersenyum puas saat mereka menyudahi ciumannya. Jina masih terdiam dengan segala pikirannya.
“aku akan membuat mu mencintai ku jina ya~”

END

Ah… kelar juga, sekuel geje… inspirasi dari mana-mana disatukan bahkan dari MV F.I.X pun nyangkut dikit hihi,, tapi emang lagi demam lagu itu sih.
Yang lupa cerita sebelumnya baca ulang lagi aza yah,, dan bagi yang nunggu weird wedding harap sabar, gada ide dan gada waktu mikirin ceritanya *masih sibuk* diusahakan awal maret baru update tp tergantung mood juga sih hihi.
Ini ancur banget deh malu banget postingnya, kaya sinetron alay wkwkwk tapi daripada gada ff yang dipost gada cara lain, mianhe *bow*

25 comments on “Pink in Story Life *ending*

  • Kereeeeennn…..
    Dan g terlalu gaje ko…

    Nyor bt ff weird wedding jgn lama2 dunkz…udh penasaran tingkat dewa ni…
    Hehe..

    Sukses bt skripsi’a….
    Hwaiting…^^

    • makasih *tebar bunga….

      weird wedding bener-bener ngblank tp klo ada langsung diketik kok,,,, skripsi aku kelar ahr febuari makannya lagi ngejar itu biar bisa bebas ngetik ff….

  • waaaaaaaaaahhhh~~~~ daebak~!
    aku bisa ngerasain ceritanya. Ikutan deg2an, ikutan seneng, ikutan sedih. Bener2 dpt feel nya
    asik bgt~ meskipun gak pake nc, tp asik ceritanya. Gak geje kok onn. Ceritanya pas. Gak berlebihan dan gak kurang
    hehehe~
    nunggu ff yg lain nih~😀

    • baru dicoment nih zen hehe….
      mianh ya jadi sinetron alay gini wkwkwkk
      bagus kalo kamu bisa masuk kedalam feel cerita ini, pasti campur aduk yah feelnya? hehe…
      onnie gak bisa bikin nc sekarang” mumet otaknya……*titip unyuk dulu hehe

  • (۳ ‾̩̩̩Д‾̩̩̩)۳ kyaaaa
    Saya geregetann onn bacanya . Errrr yeoja ituuu .. Hmmm .. Aku suka ceritanya🙂 ada mv fix yang pas waktu di kereta #colekonnie. Heesyanya polos skali iih hihihi. Sungmin oppa baboya ! ( ˘͡ ³˘͡) kyaaa kyuhyunnya baik skali dan g nyangka sama jina hhuhu. Good job eonn.🙂

    • greget kenapa ulan??? eoni sukaaaaa jina, makannya dy selalu nongol di ff eoni tapi cast dy antagonis hihi cocok bgt dy…

      iyah itu sepenggal mv fix masuk, curhat lagi sukaa bgt oh song….. haha

      ini baru pertama kali sungmin jadi kakak heesya eh langsung peran jahat, mianhe umin….
      kyu jarang” jadi baik *lariiiiiiiiiiiiiiiiiii
      eh makasih nih dah mampir dan coment *cium unyuk

  • Huooo keren sekali inu. Sampe nangis bacanya apalagi endingnya.
    Itu d part kerreeta pasti inspirasi dr F.I.X #bukakartu hohoho
    Tak kirain yg wkt nie uda gk da lanjutannya, ternyata ada. Baguss onnie (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ ) #popohyuk

    • beneran nangis kamu la bacanya?
      iyah lala tau aza haha gimana pas gak feel dikeereta itu? lagi pengen ngelanjutin ada ide malah di ff ini….
      makasih lala *popo chulie

  • kyaaaaaaa!! pas buka ada ff pink lanjutannya!! seneng banget, aduh kirain udah direstuin sama orangtuanya hyuk ga tau nya eommanya jahat mau misahin eunhyuk dari heesya, kasian ~T_T~ tapi aku suka bagian terakhirnya heesya resmi agama dan hukum pernikahannya klo kyuhyun sama jina deh

  • cieeeeeeeeeeeeeeeeee chukkahae buat heesya…
    huahahah ternyata ada jina😄
    cesia kemana ya???*jina kw 2* kkkkk

    cieee bikin sekuel anak kembar lagi dong kakak :))
    hehehehe*tergila-gila anak kembar*
    kkk

    cieeee donghae tuh… merit nya sama aku tuh ntar. huahahahahaha*nama ku hyunjae loh kak XD*

    kkkkk

    cieee kyuhyun frustasi tuh jina nya lirik lirik donghae..
    cieee kyuhyun ga sabaran banget tuh buat nikahin jina… cieeehhh semuanya happy end tuh.
    cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

    maaf kalo kaka bosen dengan komen ku ini yang penuh dengan kata “cieeeeeeeee”

  • uh hyuk udah aman n tentram deh sama pink,,,, ngak bakal ada pengganggu lg….
    sedikit kurang srek sih sama.pairing kyuhyun n jina mungkin baru pertama kali q baca mereka jd oasangan kali ya,,,,,,,,
    hyuk pink y kan lg hamil gede masa masi mau bulan madu aja mana d kapal lg ngak takut pink y berojol d kapal tuh….

  • Wah deabak 3x,suka deh ma crita’y pa lg da kyu’y.hehehe…
    Tp kacian sungmin oppa jd jht dsini,gk bs ngebyangin’y deh umin oppa setega itu.hiks…hiks…
    Tp akhr’y brstu jg pink ma hyuk y,and gk nyangka trnyta kyu suka ma jina…
    Tp menurut q kyu krng co2k deh ma jina…jina kyk’y lbh co2k ma hae…hehehe mian,itu menurut pndpt q sich.
    Chingu q slalu setia menunggu yg weird wedding…hwaiting chingu…!!

  • keren.. keren…
    kirain kyu jaat bakal ngerebut heesya.. ternyata kyu baek bgt.. hahaa..
    malah oppa na heesya jaat bgt.. malah sekongkol ma eomma eunhyuk buat misahin mereka..
    untung aja ikatan mereka kuat, jd bs bersatu lg deh.. hahaha

  • Happy endingggggg😀
    Aduhh awal awalnya galau gituu tapi bahagia kemudiannnn
    Itu eommany hyuk jhat benerr ampe gggituu
    Sungmin jg tega -_-
    Tp gpp deh yg penting happy endinggg

  • kereeennn dari semua crita Yg aku baca gk add Yg sad ending,sempet sedih waktu eomma’a unyuk nyuruh heesya ninggalin unyuk tp lega akhirnya Ketemu jg heehhhh….*LapIngus

    Maaf aku Baru Komen d’Postingan Ini Coz Aku Belum Berani komen banyak Karna Aku Masih Baru Jd Readers d’Postingan eonni,Salam Kenal Yua…?!
    Ttep Semangat Yua Eon Bkin Ff Yg Lain’a *Figthing

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: